Tugas Indonesia

 Surakarta, 7 Desember 2022

Isra Sepira (Mahasiswa Politeknik AKBARA Surakarta)

Teknologi Bank Darah

Semester 1 

Email     : israsepira12@gmail.com


1.    FONOLOGI

Pembelajaran fonologi pada pembelajaran atau mata kuliah lingistik umum merupakan bagian dari proses untuk memahami lingistik struktural dan fungsional.

Fonologi merupakan intervensasi dari logistic yang berbicara masalah bunyi.  Ditinjau dari objek kajian fonologi diambil dari istilah asalnya Fonologi diambil dari kata Phone yang bermakna bunyi. Istilah logi diambil dari bahasa logos yang berarti ilmu yang kemudian lahirlah dua bentuk fonem yang terdiri dari fonetik dan fonemik.

a.    Fonetik 

Fonetik adalah bagian fonologi yang mencari tahu bagaimana bunyi itu dihasilkan. Fonetik adalah bunyi bahasa yang kemudian dilafalkan atau diujarkan dari ucapan manusia.

Ada banyak jenis fonetik, ada fonetik artikulatoris, fisiologi, organis dan masih banyak lagi. Dimana masing-masing jenis memiliki fokus peruntukannya sendiri-sendiri.

b.    fonemik

Sementara fonemik juga bagian dari fonologi yang mempelajari terhadap bunyi didasarkan pada fungsi sebagai pembeda arti. Jadi dalam pelafalan bunyi, ada bunyi yang memiliki penekanan makna yang berbeda.  Apalagi dengan keberagaman bahasa di Indonesia, banyak bahasa daerah yang mempengaruhi fonologi.  Itulah objek kajian fonologi. Jika dipelajari lebih dalam lagi, masih banyak unsur penting yang akan kamu pelajari lebih mendetail. Buat kamu yang tertarik ingin mempelajari cabang ilmu ini, bisa mengambil jurusan sastra atau bahasa. 

Seperti yang disinggung sebelumnya, Indonesia memiliki bahasa daerah yang cukup banyak. Dampak bahasa daerah menimbulkan perbedaan pelafalan atau penyebutan bunyi kata. Ada yang menggunakan kata dasar secara utuh, hanya saja dari suara pelafalannya yang berbeda. Ada juga yang menghilangkan unsur fonem.

a.    Contoh fonologi 1

Sebagai contoh orang jawa saat menyebutkan kata “contoh” ada unsur yang hilang, yaitu huruf ‘h’. Harusnya ‘contoh’ menjadi ‘conto’.  contoh dalam bentuk kalimat sebagai berikut. 

“Budaya timur memang kontras dengan budaya barat. contohnya dalam hal berpakaian”.

b.    Contoh fonologi 2

Masyarakat yang tinggal di kawasan metropolitan, sebut saja Jakarta, yang juga memiliki bahasa gaul dan khas mereka. 

“.. ya nggak munafik lah, boong kalo tidak demen sama uang”

Dari contoh diatas ada beberapa interferensi fonologi yang hilang. misal kata ‘bohong’ menjadi ‘boong’. kata ‘tidak’ menjadi ‘nggak’.

Itulah dua contoh fonologi yang semoga bermanfaat dan memberikan sedikit pemahaman tentang fonologi. 

2.    SEMATIK LEKSIKAL & GRAMATIKAL

a.       Semantik Leksikal

Semantik leksikal adalah cabang semantic yang mengkaji makna melalui bentuk adjektiva yang diturunkan dari bentuk nomina leksikon (vokabuler, kosa kata dan pembendaharaan kata). Leksikon sendiri mempunyai pasangan yaitu leksem, atau satuan bentuk bahasa yang bermakna. Kedua hal ini jelas berbeda, jika leksikon adalah pembendaharaan kata, maka leksem adalah kata itu sendiri.

Contoh: Singa

Contoh kalimat: Singa itu menerkam manusia yang sedang berburu

Makna leksikal: binatang buas, dengan bentuk hampir mirip dengan macan, pada singa jantan terdapat bulu panjang.

b.       Semantik Gramatikal

Beda halnya dengan semantik leksikal yang megkaji makna melalui leksikon atau leksem dari suatu kata yang sudah jelas artinya mengenai gambaran yang nyata tentang konsep yang dilambangkan. Semantik gramatikal adalah cabang semantik yang mengkaji mengenai satuan bahasa yang bila digabungkan baru bisa ditafsirkan. Makna ini disebut dengan makna gramatika, yang di dalamnya terdapat proses afikasi, reduplikasi dan komposisi.

1.       Afikasi

Afiksasi adalah proses pembentukan kata dengan cara menggabungkan afiks pada bentuk dasar atau juga dapat disebut sebagai proses penambahan afiks atau imbuhan menjadi kata. Contoh: proses afikasi awalan –ter pada kalimat “rumah sebesar itu bisa tertiup angin”

Makna gramatika: angin itu dapat memporak pora.

 

2.       Komposisi

Menurut (Chaer, 1994) komposisi adalah proses penggabungan kata dasar dengan dasar dalam mewadahi suatu konsep yang belum tertampung dalam sebuah kata. Contoh: Kamar & Mandi bila kedua kata dasar tersebut digabungkan menurut penjelasan di atas akan menjadi “kamar mandi”

Makna Gramatikal: tempat untuk melakukan kegiatan bersih badan/mandi.

3.    Industri tidak hanya melingkupi masalah untung rugi tetapi juga terdapat unsur ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan linguistik. Masalah yang dikaji meliputi apa saja jenis dunia industri secara umum dan bagaimanakah peran linguis dalam dunia industri. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jenis dunia industri secara umum dan wujud peran linguis dalam dunia industri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan studi kepustakaan. Temuan hasil analisis yaitu jenis dunia industri secara umum meliputi industri primer, sekunder, manufaktur, dan industri jasa. Wujud peran linguis dalam dunia industri antara lain: a) pekamus dan analisis kata, membuat kamus, dan penyusunan kosakata/istilah dalam keempat jenis industri dengan subbidang yang dilingkupinya; b) menjadi saksi ahli dengan menggunakan linguistik forensicdalam industri jasa pencemaran nama baik dan ilmu struktur untuk analisis sertifikat lahan; c) sebagai programmer dengan teori pragmatik untuk menyaring berita hoaks dalam industri digital; d) sebagai neurolog dalam subindustri kesehatan; e) sebagai penerjemah (bahasan Indonesia dan daerah) melalui industri digital yang lebih bagus daripada google; f) membuat game di youtube dan play store yang berhubungan dengan struktur bahasa dan ilmu bahasa lainnya di media digital; g) menyebarluaskan informasi kebahasaan berlatar teori linguistik dalam industri riset; serta h) menerbitkan ragam kajian melalui industri cetak dan digital. Kesimpulannya adalah linguis dapat berperan dalam berbagai bidang di era industri sekarang berdasarkan kemampuan masing-masing. Saran penelitian ini adalah perlu kerja sama dan dukungan yang baik antara linguis dan instansi.

4. Linguistik Sruktural

    Pada awal abad XX yaitu tahun 1916 lahir aliran linguistik struktural. Aliran ini lahir bersamaan dengan diluncurkannya buku ”Course de linguistique Generale” karya Saussure. Ferdinand De Saussure yang juga dikenal sebaga Bapak Strukturalisme dan sekaligus Bapak Linguistik Modern.Ferdinand de Saussure (1857-1913) dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern, berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya Course de Lisguestique General.

    ciri-ciri aliran struktural

1. Berlandaskan pada faham behaviourisme. Dalam hal ini berbahasa merupakan proses rangsang-tanggap (stimulus-response).

2. Bahasa berupa ujaran artinya hanya ujaran saja yang termasuk dalam bahasa.

3. Bahasa merupakan sistem tanda (signifie dan signifiant) yang arbitrerdankonvensional.Berkaitan dengan ciri tanda, bahasa pada dasarnya merupakan paduan dua unsur yaitu signifie dan signifiant. Signifie adalah unsur bahasa yang berada di balik tanda yang berupa konsep di balik sang penutur atau disebut juga makna. Sedangkan signifiant adalah wujud fisik atau hanya yang berupa bunyi ujar.

4. Bahasa merupakan kebiasaan (habit), dalam hal ini pengajaran bahasa menggunakan metode drill and practice yakni suatu bentuk latihan yang terus menerus, berkelanjutan, dan berulang-ulang sehingga membentuk kebiasaan.
5. Kegramatikalan berdasarkan keumuman.
6. Level-level gramatikal ditegakkan secara rapi mulai dari yang morfem sampai menjadi kalimat.
7.  Analisis dimulai dari bidang morfologi.
8.  Bahasa merupakan deret sintakmatik dan paradigmatik
9.  Analisis bahasa secara deskriptif.

 

Komentar